SOSIALISASI KESADARAN BELA NEGARA BAGI PEMUDA MELALUI JALUR PENDIDIKAN

Dinamika demokrasi yang tumbuh berkembang saat ini telah memposisikan pemuda sebagai kelompok warga negara yang paling rentan terhadap perubahan tata nilai. Acap kali muncul dilema antara kesadaran menegakkan nilai-nilai ke-Indonesiaan dengan pilihan untuk mengadopsi nilai-nilai luar. Disinilah karakter Negara Indonesia akan diuji oleh jaman. Menghadapi dampak penetrasi nilai-nilai global konstitusi kita telah memberikan ruang bagi warga Negara termasuk pemuda untuk ikut berpartisipasi dalam hal bela negara.

Ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional (fisik), saat ini setelah berkembang menjadi multidimensional (fisik dan non fisik). Artinya ancaman tersebut tidak hanya bersifat militer akan tetapi juga non-militer. Ancaman yang bersifat militer, antara lain agresi atau infasi (dalam serangan), sengketa perbatasan, sepionas , sabotase. Sedangkan serangan yang bersifat non-militer, antara lain : flu burung, illegalloging, terorisme, imigran gelap, pencurian kekayaan alam, bajak laut. Melihat dari aspek pemicunya ancaman dapat bersumber dari permasalahan : kelangkaan sumber daya alam, geografis, sumber daya manusia, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan.

Dihadapkan pada kenyataan tersebut diperlukan adanya hak dan kewajiban dari setiap warga negara untuk melindungi kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. Hak dan kewajiban dalam upaya pembelaan negara dapat terimplementasikan apabila setiap warga negara telah memiliki kesadaran akan makna bela negara. Untuk dapat memiliki pemahaman dan kesadaran akan makna dan upaya pembelaan negara, diperlukan adanya upaya pendidikan kesadaran bela negara yang diselenggarakan secara terus menerus dan berkesinambungan

Kesadaran bela negara bagi pemuda dapat dilakukan melalui pendidikan sebagai solusi demokratis agar pemuda Indonesia memiliki sikap dan perilaku :

1) Kecintaan pada tanah air.

2) Kesadaran berbangsa dan bernegara

3) Keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi negara.

4) Kerelaan berkorban untuk negara; serta

5) Memiliki kemampuan awal bela negara sebagai psikis dan fisik.

Kelima unsur tersebut di atas merupakan dasar dan prasyarat bagi terwujudnya system pertahanan negara dan semangat bela negara dalam rangka menjamin tetap tegak utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia

B. Maksud dan Tujuan

Maksud :

Sosialisasi kesadaran bela negara bagi pemuda dimaksudkan untuk membangun ketahanan sosial masyarakat khususnya pemuda sebagai elemen utama pembangunan bangsa dalam rangka dukungan pertahanan negara sesuai dengan fungsi dan peranannya secara proporsional, salah satu jalan yang dapat ditempuh melalui jalur pendidikan.

Tujuan :

Tujuan sosialisasi kesadaran bela negara bagi pemuda melalui jalur pendidikan antara lain :

1) Meningkatkan kecintaan terhadap tanah air

2) Menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara

3) Meneguhkan keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi negara

4) Menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan

5) Memiliki kemampuan awal bela negara

C. Dasar Hukum

1) Undang Undang Dasar 1945 pasal 27 dan 30

2) Undang-undang Nomor 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara

3) Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional

4) Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 1982 tentang pendidikan politik bagi generasi muda

D. Pengertian

Sosialisasi adalah suatu cara atau metode untuk berinteraksi dengan orang lain dalam bentuk memberikan informasi berupa pengetahuan maupun perkembangan-perkembangan yang terjadi.

Kesadaran adalah kesanggupan manusia untuk mengenal diri sendiri, sadar akan lingkungan dimana dia berada.

Bela negara adalah kesadaran, sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup dan pengembangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: